Kabar BUMN - Tidak hanya gula pasir atau sirup gula, sekarang gula aren juga sudah banyak dipergunakan untuk kuliner.
Berbeda dengan gula pasir yang dari tebu, gula aren terbuat dari pohon nira atau pohon enau.
Air pohon nira disadap, dimasak hingga mendidih, dan kemudian dikristalisasi.
Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Demam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sepintas warna gula aren ini mirip dengan brown sugar atau gula merah. Tetapi keduanya berbeda.
Brown sugar terbuat dari gula pasir yang melewati proses molases. Bahan dasarnya juga tebu.
Pohon nira sendiri tumbuh subur di Asia Tenggara dan Amerika Selatan.
Baca Juga: Tempat Ziarah Umat Buddha di Seluruh Dunia, Kesakralannya Terjaga Hingga Kini
Jauh sebelum industri gula muncul, gula ini yang digunakan sebagai pemanis dan bahan baku.
Terutama untuk sejumlah kuliner khas Asia, Amerika Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Utara.
Gula aren salah satu pemanis yang populer di Asia Tenggara. Penamaannya bermacam-macam.
Di Malaysia disebut gula melaka, di India namanya ttad kagud, di Thailand dikenal dengan nam taan puek.
Baca Juga: Kepala Tiba-tiba Pusing Berat? Kenali Beragam Penyebabnya
Kandungan glikemik rendah
Meskipun keberadaan gula aren sudah lama tetapi naik daunnya baru sekitar tujuh tahun terakhir.
Gula aren banyak dicampurkan pada minuman kopi dan teh kekinian.
Tren ini muncul karena gula aren dianggap lebih sehat dibandingkan gula sirup.
Bahkan dibandingkan dengan gula pasir, kalorinya paling rendah.