Seni Kerajinan Bambu Turun-temurun di Desa Rejosari, Karangtengah, Demak, Telah Berlangsung 100 Tahun

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi. Kerajinan anyaman bambu dari Desa Rejosari, Karangtengah, Demak,  mampu penuhi kebutuhan pasar luar negeri.  (sigijateng.id)
Ilustrasi. Kerajinan anyaman bambu dari Desa Rejosari, Karangtengah, Demak, mampu penuhi kebutuhan pasar luar negeri. (sigijateng.id)

Proses pembuatan satu karya kerajinan cukup lama. Pertama, harus membuat pola dasar.

Setelah itu, dilanjutkan proses nyublesi atau menyambung dan menganyam bambu menjadi bentuk yang diinginkan.

Tahapan selanjutnya baru ditatah agar anyaman rapat dan kencang.

Baca Juga: Fakta Menarik Gula Aren, Pemanis yang Sedang Menjadi Andalan Makanan-Minuman Kekinian

Menjangkau pasar luar negeri
Hasil produk dari Desa Rejosari mampu menggerakan perekonomian warga dan desa.

Semua hasil produksi dikumpulkan di balai desa dan kemudian didistribusikan.

Produk warga tidak hanya laku di dalam negeri tetapi juga sampai ke mancanegara.

Baca Juga: Kawah Ijen Mendunia! Ini Alasan UNESCO Menetapkannya sebagai Geopark Global

Seperti ke Asia, Amerika, dan beberapa negara Afrika.

Ada 44 jenis anyaman yang diekspor dan menjadi favorit pasar luar negeri.

Antara lain saringan kacang ijo, hirik, wadah multifungsi, kotak biskuit, bakul, dan tampah.

Sementara untuk pasar dalam negeri, produk furniture dan aksesoris masih jadi favorit.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini