Kabar BUMN - Dalam perkembangannya sampai di usia yang ke-496, DKI Jakarta mengalami banyak perubahan nama.
Di masa kependudukan VOC hingga pemerintahan Hindia Belanda, Jakarta atau kala itu Batavia, mengalami perkembangan pesat pertamanya.
Sejumlah pemukiman tumbuh dan jalan-jalan protokol mulai dibangun. Sejak saat itu pula jalan diberi nama.
Hingga hari diproklamasikannya kemerdekaan RI, banyak jalan-jalan di Jakarta masih menggunakan nama Belanda.
Baru mulai tahun 1950-an pemerintah Indonesia, mengganti nama-nama jalan menjadi lebih Indonesia. Beberapa mengambil nama pahlawan nasional.
Menyambut HUT Jakarta yang ke-496, tidak ada salahnya kita menelurusi kembali nama-nama jalan di Jakarta ketika kota ini masih bernama Batavia.
1. Diponegoro
Jalan yang kini dikenal dengan Jalan Diponegoro ini awalnya bernama jalan Orange Boulevard. Pergantian nama terjadi pada tahun 1952.
Orange Boulevard dipilih karena jalan tersebut ada di dekat jembatan yang menghubungkan Menteng dan Salemba.
Jembatan ini digunakan penduduk Batavia menyeberangi kali Ciliwung. Jembatannya pun sampai sekarang masih ada, lho.
Nama Orange Boulevard digunakan sekitar tahun 1930-an.
Sebelumnya, antara tahun 1920-1930, nama jalan ini adalah Stovialaan (jalan Stovia).
Karena di dekat jalan tersebut STOVIA (School Toot Opleiding van Inlandsche Artsen/ Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputra).