Di Pekalongan, motif batik berkembang seiring dengan adanya pengaruh dari China, Belanda, Arab, India, Melayu, hingga Jepang.
Baca Juga: Kisah Erawati, Pengusaha Batik Perempuan Asal Blora yang Sukses Berkat Program Binaan PNM
Pengaruh-pengaruh tersebut kemudian menciptakan motif batik khas Pekalongan, seperti motif Jlamprang yang dipengaruhi Arab dan India, motif Encim dan Klenengan yang dipengaruhi China, motif Pagi-Sore yang dipengaruhi Belanda, motif Hokokai yang dipengaruhi Belanda, dan lainnya.
Sejak saat itu, industri batik di Pekalongan mulai berkembang pesat dan banyak diproduksi di rumah-rumah.
Batik pun telah menjadi penghidupan bagi warga Pekalongan.
Baca Juga: Kunjungi Gelar Batik Nusantara 2023, Jokowi Sempat Lirik Salah Satu Produk UMKM Binaan PNM
Kini, batik tidak dapat terlepas dari kehidupan warga Pekalongan.
Karena sejarah panjang itu lah, Pekalongan kemudian dijuluki sebagai Kota Batik.***
Baca Juga: Tiba di Indonesia, Frank Wormuth Langsung Dapat Hadiah Batik dari Erick Thohir