Kabar BUMN - Di tahun baru Imlek, kue keranjang atau dodol China wajib keberadaannya di meja perayaan.
Selain itu, kue keranjang juga selalu jadi antaran saat di hari Imlek.
Kue keranjang yang dikonsumsi masyarakat Indonesia saat Imlek ini sudah disesuaikan dengan cita rasa lokal.
Baca Juga: Kuliner Wajib di Setiap Perayaan Imlek, Semua Melambangkan Keberuntungan dan Kemakmuran
Di China sendiri kue keranjang dikenal dengan nama nien kao atau ni-kwee.
Secara harafiah artinya kue tahunan karena hanya dibuat setahun sekali.
Kue pembawa keberuntungan
Kue keranjang diperkirakan sudah ada sejak tahun 386-586 SM, di masa berkuasanya dinasti di daerah utara dan selatan China.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Imlek, Waktunya Jalan-jalan ke Kota dengan Kawasan Pecinan yang Unik di Indonesia
Konon kue ini dibuat sebagai persembahan pada Dewa Dapur yang menghuni setiap rumah.
Dikisahkan, jelang akhir tahun Dewa Dapur akan membuat laporan pada Kaisar Giok.
Untuk menghindari Dewa Dapur memberikan laporan buruk, orang mempersembahkan kue keranjang.
Baca Juga: Sambut Libur Imlek, Citilink Hadirkan Promo Angpau, Ada Diskon Tiket hingga Rp500.000
Versi lain mengatakan, awal mula kue keranjang saat China mengalami perang pada tahun 481 SM.
Kaisar yang berkuasa saat itu membuat dinding untuk melindungi rakyat dari perang dan kelaparan.