Kabar BUMN - Klenteng tidak bisa lepas dari agama dan budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia.
Di sejumlah kawasan pecinan di seluruh Indonesia paling tidak berdiri satu klenteng.
Tidak semua warga keturunan Tionghoa di Indonesia menganut Konghucu, tetapi tradisi ke klenteng masih dipelihara.
Baca Juga: Datang dari China, Makanan Ini Dimodifikasi dan Menjadi Jajanan Pasar di Indonesia
Tidak sedikit klenteng di Indonesia pun umurnya sudah mencapai ratusan tahun, bahkan 800 tahun.
Selain tempat ibadah, banyak klenteng ini yang juga sudah masuk aset cagar budaya.
Berikut beberapa klenteng di Indonesia yang jelang tahun baru Imlek ini pasti sudah dihiasi ornamen perayaan.
Baca Juga: 7 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia
1. Klenteng Kim Hin Kiong
Klenteng Kim Hin Kiong klenteng tertua di Gresik. Umurnya lebih dari 800 tahun.
Didirikan tahun 1153 pada masa kerajaan Majapahit, klenteng ini dibangun pedagang Tiongkok yang berniaga di Gresik.
Lokasinya di pecinan yang kebetulan juga dekat dengan perkampungan Arab.
Bangunan ini sudah masuk dalam kawasan Heritage di kota lama Gresik dan menjadi cagar budaya.
Baca Juga: Sejarah Kue Keranjang yang Selalu Hadir di Perayaan Tahun Baru Imlek
Dari segi ukuran klenteng Kim Hin Kiong tidak terlalu besar.
Ada dua patung singa pada pintu masuk klenteng. Pada bagian atasnya dihiasi kepala naga.