Kabar BUMN - Rujak Cingur merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari derah Jawa Timur.
Rujak Cingur menggunakan bahan utama mulut sapi atau moncong sapi dalam hidangannya.
Dalam bahasa Jawa, cingur memiliki arti mulut, yang mengacu pada irisan mulut atau moncong sapi.
Sebelum dijadikan sebagai Rujak Cingur, mulut sapi biasanya dimasak terlebih dahulu.
Tak hanya direbus biasa, mulut sapi ini dibumbui dengan bumbu khas yang membuat rasanya menjadi gurih.
Baca Juga: Pertamina Pertahankan Peringkat BBB dengan Prospek Stabil
Isian Rujak Cingur sangat bervariasi, mulai dari selada air, tauge, kangkung, lontong, timun dan tahu tempe.
Semua sayur dan lauk tersebut dimasak dahulu hingga matang.
Selain itu ada pula yang menambahkan buah segar, seperti nanas, bengkoang, blimbing bahkan melon.
Setelahnya bahan-bahan tersebut diberi petis udang sebagai sambalnya.
Baca Juga: 5 Langkah Menciptakan Suasana Tenang Agar Bisa Healing di Rumah Saat Akhir Pekan
Dilansir dari beberapa sumber, Rujak Cingur awalnya berasal dari Timur Tengah.
Berdasarkan cerita turun temurun, pada zaman dahulu kala ada seorang Raja yang bernama Firaun Hanyokrowati di negera Masiran.