Beberapa saat kemudian saat kaisar makan, dia menuangkan sup panas pada nasi.
Pada saat itu pula lah, nasi tersebut mengembang menjadi sebuah bubur.
Baca Juga: KAI Logistik Perluas Jaringan Layanan Penjemputan Paket, Bantu Kembangkan Bisnis Kurir
Kerena hal tersebut, Kaisar kemudian memerintahkan juru masak agar memasak beras sampai menjadi bubur.
Cara tersebut, ternyata mampu membuat nasi yang awalnya sedikit menjadi lebih banyak untuk dimakan rakyatnya.
Hingga seiring berjalanya waktu, bubur menjadi lebih sering disajikan di rumah-rumah makan Tiongkok, termasuk di negara Asia lainnya.
Kebiasaan ini pun menyebar hingga ke Indonesia.
Baca Juga: Medjora Cafe, Tempat Nongkrong Syahdu Ala Bali yang Cocok untuk Healing Tipis-tipis di Karanganyar
Selain itu, ada juga kisah dokter Chun Yuyi yang merawat penyakit kaisar Qi dengan menyajikan bubur.
Mulai dari sinilah bubur akhirnya disajikan sebagai menu sarapan bagi orang yang sedang sakit.
Dalam buku pengobatan tradisional Tiongkok, bubur dianggap menjadi makanan sehat sejak tahun 2019.
Hal ini karena tekstur bubur yang lembut, hingga menjadikan bubur sebagai makanan pendamping susu unuk bayi yang sudah boleh memakan nasi.
Saat ini di Indonesia sudah banyak aneka varian bubur ayam.