ragam

Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Indonesia, Unik dan Sudah Berlangsung Turun Temurun

Rabu, 28 Februari 2024 | 11:30 WIB
Tradisi pacu jalur di Sungai Kuantan Singingi (Kuansing). (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id via lensa44.com)

sBaca Juga: Berburu Takjil di Pasar Ramadan Benhil

3. Pacu jalur
Di Riau, menjelang bulan Ramadan, masyarakatnya melakukan tradisi pacu jalur.

Yakni, tradisi lomba dayung perahu. Lokasinya di Sungai Kuantan.

Perahu diisi 40-60 orang dan dihias secantik-cantiknya lalu dipacu secepat mungkin.

Tradisi ini masih dilakukan masyarakat di daerah Kuantan Singing setiap bulan Ramadan dan hari besar Islam lainnya.

Baca Juga: Ini Wisata Sungai Seru dengan Pemandangan Indah di Riau

4. Marpangir
Marpangir adalah tradisi yang dilakukan masyarakat di daerah Asahan dan Padang Sidempuan, Sumatra Utara.

Ini tradisi mandi secara tradisional tanpa menggunakan sabun melainkan dengan pangir atau rempah-rempah.

Pangir terdiri dari daun pandan, daun serai, bunga mawar, kenanga, jeruk purut, daun limau, akar wangi dan bunga pinang.

Menjelang Ramadan banyak pasar yang menjual paket pangir ini.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Batak yang Halal, Mulai dari Sashimi Khas Batak Sampai Ubi Tumbuk

5. Mengibung
Di antara masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu, ada sekelompok kecil penganut agama Islam di daerah Karangasem.

Menjelang Ramadhan masyarakat setempat melakukan tradisi mengibung, yakni masak dan makan bersama.

Masyarakat akan memasak makanan tradisional lalu dihidangkan di daun pisang, sebutannya gibungan.

Lauk pauknya diletakkan juga di daun pisang terpisah dan disebut karangan.

Halaman:

Tags

Terkini