Setelah semua orang mencium Tuan Ma, acara dilanjutkan dengan prosesi keliling kota.
Dalam prosesi ini patung Tuan Ma mengenakan jubah biru.
Sepanjang jalan yang dilalui prosesi dihiasi dengan lilin yang menyala.
Baca Juga: Tradisi Unik Berbagai Suku di Indonesia yang Masih Dipertahankan
Mereka yang mengikuti prosesi berjalan sambil membaca doa.
Ada pula kelompok yang khusus menyanyikan lagu-lagu ratapan untuk mengenang prosesi Yesus saat akan disalibkan.
Dilanjutkan prosesi Laut Tuan Meninu yaitu mengantarkan Patung Yesus Tersalib dari Kapela ke Pante Kuce.
Prosesi ini harus menyeberangi laut dengan menggunakan kapal.
Di sore hari barulah diadakan lamentasi (perenungan) atas penderitaan dan kematian Yesus.
Puncak prosesi Semana Santa berlangsung Hari Minggu dan dirayakan bersama-sama sebagai Hari Paskah.***