ragam

6 Kuliner Khas Ponorogo yang Masih Cukup Sulit Ditemukan di Daerah dan Kota Lain, Wajib Cicip Kalau ke Sana

Selasa, 2 Juli 2024 | 10:00 WIB
Jenang mirah khas Ponorogo ada yang dijual dalam potongan besar dan juga potongan kecil terbungkus plastik. (Kolase foto dari travelingyuk.com dan shopee.co.id)

Baca Juga: Nikmatnya Sate Ayam Ponorogo dengan Bumbu Kacang, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Wengker

3. Sate Tangkar
Kalau sate Ponorogo dan sate kopok dari daging ayam, sate tangkar dari tulang rawan ayam.

Dulu sate tangkar jadi alternatif masyarakat miskin yang tidak punya uang untuk membeli sate daging.

Sate tangkar dimasak dengan bumbu sate kacang. Biasa dimakan dengan nasi atau lontong.

Harganya lebih murah dari sate daging. Satu porsi sate tangkar kurang dari Rp10.000.

Baca Juga: DAMRI Buka Rute Baru Ponorogo-Tulungagung, Permudah Aktivitas Masyarakat Kaki Gunung Wilis

Lentho, biasa dijadikan lauk atau pelengkap makan, bisa juga dimakan sebagai camilan. (Cookpad/@mamak_keany)

4. Lentho
Lentho berupa camilan seukuran bulatan perkedel yang terbuat dari tepung singkong, kecambah dan terasi.

Kadang juga ditambahkan dengan cabai sehingga rasanya sangat pedas. Teksturnya kering dan renyah.

Lentho biasanya dinikmati sebagai pelengkap makan, seperti layaknya orang makan kerupuk.

Saat ini lentho mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh. Ini salah satu oleh-oleh favorit Ponorogo.

Baca Juga: Mengenal Seni Pertunjukan Reog Khas Ponorogo

5. Roti Adrem
Camilan ringan ini terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah.

Bahan-bahan itu diolah dan dicetak seperti bakso, bagian atasnya sedikit dipipihkan, setelah itu digoreng.

Bentuk roti adrem cukup unik karena saat digoreng adonan dijepit dengan dua bambu.

Halaman:

Tags

Terkini