ragam

Kuliner Dieng, Unik Karena Beberapa Menggunakan Bahan Lokal yang Sulit Ditemukan di Daerah Lain

Senin, 22 Juli 2024 | 11:30 WIB
Mie ongklok khas Wonosobo, Dieng, biasa dimakan dengan sate sapi atau tempe kemul. (phinemo.com)

Baca Juga: Mudah Dijangkau, Bukit Skoter Dieng Jadi Spot Terbaik untuk Melihat Sunrise dengan Panorama Desa dan Pegunungan

3. Opak singkong
Meskipun sekarang mudah ditemukan di daerah lain, opak awalnya dari Desa Kalibeber, Wonosobo, Dieng.

Opak terbuat dari singkong yang dikukus dicampur garam dan daun kucai.

Setelah itu ditumbuk halus, dibentuk pipih dan jemur sampai kering.

Setelah itu baru digoreng dan bisa dinikmati. Opak biasa jadi camilan seperti kerupuk.

Baca Juga: Batu Pandang Ratapan Angin, Rekomendasi Spot Foto Terbaik di Dataran Tinggi Dieng dengan HTM Terjangkau

Tempe kemul khas Dieng mirip dengan tempe mendoan. (fnbpreneur.id)

4. Tempe kemul
Setiap daerah di Jawa memiliki olahan tempenya yang khas, tidak terkecuali Dieng.

Tempe kemul berupa tempe yang dilumuri adonan tepung beras dan tepung sagu atau tepung singkong.

Setelah itu digoreng kering. Tampilannya sedikit mirip dengan tempe mendoan.

Banyak yang makan tempe kemul untuk camilan sore dengan teh atau kopi.

Baca Juga: Wisata ke Bukit Sikunir Dieng, Nikmati Keindahan Golden Sunrise yang Menyinari Gunung-gunung Berselimut Kabut

5. Kacang dieng
Kacang dieng sejenis kacang polong tapi bentuknya bijinya agak bulat dan gemuk.

Bagian ujungnya membesar seperti bokong babi. Karena itu masyarakat Dieng menyebutnya kacang babi.

Kacang ini digoreng kering dengan bumbu.

Kacang dieng sudah jadi salah satu oleh-oleh khas Dieng dan dijual dalam kemasan plastik.

Halaman:

Tags

Terkini