Yaitu, bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan.
Di dekat Istana ada Masjid Al- Mashun atau Masjid Raya Medan dan Taman Sri Deli.
Arsitektur Melayu dan Eropa
Istana Maimun diarsiteki Theodore van Erp, arsitektur yang juga kapten tentara kerajaan Belanda.
Bangunan istana didominasi warna kuning yang jadi ciri khas Kesultanan Deli.
Arsitekturnya didesain dengan gaya Eropa, Persia, India, dan Melayu.
Arsitektur Melayu terlihat pada atas istana yang berbentuk limas, bercorak pucuk rebuk dan awan boyan.
Sementara gaya Eropa terlihat pada model tiang-tiang, dinding, kubah dan lampu gantung.
Lantai dari tangga utama dan pintu masuk balairung dipengaruhi gaya Italia.
Sejumlah perabotan istana khusus dari Belanda dan Inggris.
Baca Juga: Aturan dan Etiket Bertingkah Laku di Korea Selatan yang Harus Diketahui dan Terapkan Turis
Berubah menjadi museum
Sekarang Istana Maimun difungsikan untuk museum. Keturunan Sultan Deli tinggal di tempat lain.
Mereka hanya menggunakan museum hanya untuk acara adat dan peristiwa penting saja.
Bangunan induk istana terbuka untuk umum. Orang bisa melihat langsung kemegahan Kesultanan Deli.
Di sini dipajang foto keluarga sultan, singgasana mewah yang didominasi warna kuning.