ragam

Benteng-benteng Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri Kokoh di Jawa Tengah

Senin, 4 November 2024 | 08:30 WIB
Benteng Vastenburg, Solo, setelah lama terbengkalai direstorasi di tahun 2014. (bob.kemenparekraf.go.id)

Benteng Vredeburg didirikan tahun 1755 oleh Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan Belanda.

Benteng ini dibangun tak lepas dari Perjanjian Giyanti yang memisahkan Keraton Yogyakarta dan Keraton Solo.

Baca Juga: Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta: Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Alasan Belanda membangun benteng tersebut untuk melindungi keraton.

Di balik itu, sebenarnya Belanda justru ingin mengawasi pergerakan di dalam keraton.

Saat ini Benteng Vredeburg jadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Baca Juga: Berkunjung ke Cagar Budaya Monumen Serangan Umum 1 Maret di Area Museum Benteng Vredeburg Jogja

Benteng Van der Wijck satu-satunya benteng di Indonesia yang berbentuk persegi delapan. (bob.kemenparekraf.go.id)

3. Benteng Van Der Wijck
Benteng Van Der Wijck berada di Gombong, Jawa Tengah.

Didirikan tahun 1833, beberapa tahun setelah selesainya Perang Diponegoro.

Namanya diambil dari nama Komandan perang Belanda, Van Der Wijck.

Ia pemimpin tentara Belanda yang sukses menumpas perlawanan rakyat di Aceh.

Baca Juga: Hanya Satu Jam dari Surabaya, Kota Ini Menawarkan Beragam Destinasi Wisata Cantik, Salah Satunya Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk

Inilah satu-satunya benteng berbentuk persegi delapan di Indonesia.

Selain pusat pertahanan, benteng ini juga berfungsi sebagai kantor VOC dan gudang logistik tentara Belanda.

Halaman:

Tags

Terkini