ragam

Diawali Kebiasaan Masyarakat Lokal, Jadilah Nama Stasiun Besar di Jakarta Ini Digunakan Sampai Sekarang

Minggu, 10 November 2024 | 07:00 WIB
Stasiun Gambir telah mengalami beberapa kali renovasi dan modernisasi. (X/@rizkidwika)

Kabar BUMN - Stasiun Gambir merupakan salah satu stasiun besar di Jakarta yang melayani kereta jarak jauh.

Tetapi di akhir tahun 2025, diisyarakatkan Stasiun Gambir tidak melayani kereta jarak jauh lagi.

Dari awal dibangun pemerintah Belanda, Stasiun Gambir memang selalu mengalami perubahan.

Yang pasti, sejak sebelum kemerdekaan RI, stasiun ini sudah melayani penumpang.

Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Sekitar Stasiun Gambir, Jalan Kaki ke Situ Tidak Lebih dari 15 Menit

1. Awalnya bernama Stasiun Weltervreden
Stasiun Gambir didirikan 4 Oktober 1884 sejalan dengan dibukanya rute Jakarta - Bogor tahun 1869.

Di masa itu di Jakarta hanya ada Stasiun Koningsplein (sekarang silang Monas) yang terbilang kecil.

Stasiun ini tidak mampu menampung banyak penumpang, sehingga dicari lokasi stasiun baru.

Baca Juga: Lengkap! Simak Rute, Jadwal, dan Harga Bus DAMRI menuju Stasiun Gambir, Bisa Berangkat dari Mana Saja?

Stasiun Weltevreden dibangun di tanah rawa milik Anthony Paviljoen.

Pada tahun 1697 dibeli Cornelis Chastelien dan dibangun rumah dan dua kincir penggiling tebu.

Baru setelah itu tempat ini berubah jadi stasiun kereta api.

Baca Juga: Simak! Tulang Bawang Lampung ke Stasiun Gambir Jakarta Cuma Rp300 Ribu Pakai Damri

Nama Stasiun Gambir karena dulu banyak pohon gambir tumbuh di depan Stasiun Koningsplein. (PT KAI Daop 1 Jakarta via rri.co.id)

Halaman:

Tags

Terkini