3. Tili'aya
Menu yang sering hadir untuk menu sahur karena praktis dan mengenyangkan ini semakin langka dan sulit ditemui.
Tili'aya terbuat dari santan, gula merah, dan telur, yang dituangkan dalam loyang dan dikukus sampai matang.
Dulu tili'aya makanan wajib upacara keagamaan, terutama dalam ritual mendoakan arwah.
Menu ini dulu juga jamuan utama di hidangan raja sebagai simbol pemersatu.
Baca Juga: Benteng Otanaha: Jejak Sejarah Portugis di Gorontalo
4. Ilabulo
Ini camilan yang yang sering dihadirkan pada setiap acara adat, bersama dengan Tili' aya.
Dipercaya Ilabulo sudah ada sejak abad 15 dan jadi favorit para raja-raja dan para bangsawan.
Dulu Ilabulo jadi lambang pemersatu. Bahannya terdiri dari ayam, hati, ampela, sagu, dan rempah.
Baca Juga: Taman Laut Olele, Wisata Bahari di Gorontalo yang Punya Keindahan Bawah Laut Bak Surga Tersembunyi
Semuanya dicampur jadi satu dan dibungkus dengan daun pisang. Ilabulo bisa dikukus atau dibakar.
Cita rasanya gurih dan pedas. Sepintas tampilannya mirip pepes.
Saat ini Ilabuho sering jadi oleh-oleh khas Gorotalo. Tahan selama tiga hari bila disimpan di lemari es.***