ragam

Kuliner Ekstrem Indonesia yang Berbahan Baku Ulat, Menakutkan Tetapi Diyakini Tinggi Protein

Senin, 13 Januari 2025 | 08:30 WIB
Ulat trembesi diolah jadi kuliner ekstrem ala Gunungkidul. (desatepus.gunungkidulkab.go.id)

Kabar BUMN - Selain kuliner yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat, Indonesia juga punya kuliner ekstrem dari ulat.

Kebanyakan orang boleh jadi menganggap ulat yang menjadi bahan kuliner ekstrem ini hama.

Tetapi bagi masyarakat di daerah asalnya, kuliner ekstrem dari ulat ini tidak kurang dari satu hidangan yang lezat.

Bentuknya mungkin memang menggelikan, tetapi harus diakui gizi dan proteinnya tinggi.

Baca Juga: 5 Kuliner Boga Bahari dari Kekayaan Laut yang Hanya Dapat Ditemukan di Perairan Indonesia

1. Ulat trembesi, Gunungkidul
Sesuai namanya, ulat ini hidup di pohon trembesi yang banyak tumbuh di Gunungkidul.

Ulat trembesi diolah masyarakat daerah ini sebagai makanan yang lezat kaya protein.

Ulat dibersihkan secara teliti agar bisa dimakan. Setelah itu baru direbus sampai matang.

Baca Juga: 4 Tempat Makan Ndeso yang Lezat di Gunungkidul, Harga Mulai Rp3.000 Saja

Ulat trembesi yang sudah direbus ini bisa diolah menjadi beragam menu.

Seperti bacem, tumis, atau digoreng seperti kerupuk. Rasanya gurih, empuk, dan renyah.

Satu kilo ulat trembisi dihargai sampai Rp100.000.

Baca Juga: Go Local! Cicipi Kelezatan Cokelat Gunungkidul di Griya Cokelat Nglanggeran

Ulat sagu atau di Mentawai disebut dengan batra. (eksotikamentawai2017.wordpress.com)

2. Batra
Ini sejenis ulat sagu yang dikonsumsi masyarakat di Mentawai. Mereka menyebutnya batra.

Halaman:

Tags

Terkini