Toek merupakan sejenis cacing atau ulat berwarna putih kekuningan.
Toek dihasilkan dari hasil rendaman kayu sungai selama tiga bulan.
Biasanya kayu yang digunakan jenis kayu tumung, bak-bak, mai geuk-geuk dan ete.
Baca Juga: 6 Camilan Khas Padang, Sumatra Barat, yang Tidak Kalah Menariknya dari Makanan Beratnya
Paling sering dipakai kayu tumung karena prosesnya cepat. Dalam kayu muncul lubang tempat ulat bertelur.
Toek bisa langsung dimakan secara mentah.
Tapi banyak juga yang menumisnya dengan bawang merah, cabai, dan garam, juga perasan jeruk nipis.***