ragam

Underground Shrine, 'Kuil' di Bawah Tanah yang Melindungi Tokyo dari Banjir

Jumat, 18 April 2025 | 15:30 WIB
Konstruksi Underground Shrine dibangun 18 meter dari bawah permukaan tanah. Ditopang pilar yang masing-masing beratnya sekitar 500 ton dan 5 terowongan vertikal setinggi 30 meter. (japan.travel)

Baca Juga: 5 Restoran Sushi Berkualitas dan Murah di Tokyo, Rasanya Autentik Tanpa Harus Menguras Kantong

Semua air yang terkumpul di Underground Shrine kemudian dialirkan lewat terowongan khusus ke Sungai Edogawa. (afdb.org)

Dibuang ke sungai
Seluruh saluran air di Metropolitan Tokyo terhubung langsung dan tidak langsung ke Underground Shrine.

Semua air yang terkumpul di sini kemudian dialirkan lewat terowongan khusus ke Sungai Edogawa.

Untuk mengalirkannya digunakan pompa raksasa dengan kekuatan 14.000 tenaga kuda.

Baca Juga: 24 Jam di Shinjuku, Tokyo, Ini Tempat yang Paling Banyak Dikunjungi Pelancong

Pompa ini mampu menyedot sekitar 50 kubik air per detiknya.

Ketika musim hujan atau terjadinya badai topan, air yang jatuh tidak sempat menggenang.

Dengan demikian harapannya Tokyo aman dari banjir.

Baca Juga: 5 Ruas Jalan di Tokyo, Jepang, yang Direkomendasikan untuk Wisata Jalan Kaki Karena Pemandangannya yang Indah

Tur keliling
Ketika musim kering, Underground Shrine kosong seperti kuil raksasa tanpa penghuni.

Pada saat inilah pengelola membuka kesempatan bagi orang dan turis untuk melihat langsung.

Ada pemandu yang menjelaskan cara kerja dan sejarah dibalik berdirinya bangunan ini.

Baca Juga: Dengan Modal Kurang dari 1.000 Yen, Ini Makanan yang Bisa Dibeli Saat Liburan ke Tokyo, Jepang

Pengunjung bisa berkeliling, juga areal eksebisi dan augmented reality aplikasi.

Halaman:

Tags

Terkini