Kabar BUMN - Rendang, gulai kepala kakap, atau dendeng balado asalnya dari Sumatra Barat, orang pasti sudah tahu.
Tetapi bagaimana dengan aia aka, ampiang dadiah, tahukah kalau itu juga dari Sumatra Barat?
Kedua nama itu merupakan minuman khas Sumatra Barat.
Berikut beberapa nama minuman khas Sumatra Barat lainnya, termasuk teh talua yang sudah populer.
Baca Juga: 6 Camilan Khas Padang, Sumatra Barat, yang Tidak Kalah Menariknya dari Makanan Beratnya
1. Aia Aka
Aia aka bisa disamakan dengan es cincau. Dalam bahasa Minang disebut aia aka atau ale kacang.
Aia aka terbuat dari sari pati daun cincau yang mengental.
Bisa dinikmati panas atau dingin, aia aka disajikan dengan santan, telur, gula merah, dan air daun kacang.
Minuman ini sering menjadi hidangan pembuka saat bulan Ramadan.
Baca Juga: Pulau-pulau Penuh Pesona di Sumatra Barat yang Kurang Dikenal Dan Perlu Dikunjungi
2. Kopi kawa daun
Bila umumnya kopi terbuat dari biji kopi, kopi kawa daun terbuat dari daun kopi.
Keberadaan minuman ini karena pada zaman dulu, biji kopi hanya untuk warga Belanda atau orang kaya saja.
Untuk mengakalinya, masyarakat Payakumbuh Sumatra Barat, membuat minuman kopi dari daunnya.
Prosesnya, daun kopi dikeringkan, disangrai. Setelah kering, disiram air dingin, baru kemudian diseduh.