Baca Juga: Tempat-tempat Wisata Indah yang Hanya Bisa Ditemukan di Sumba
3. Tatung
Tradisi ini hasil alkuturasi budaya suku Dayak, Kalimantan Barat, dengan etnis Tionghoa.
Dalam bahasa Hakka, tatung artinya dirasuki roh dewa.
Di saat perayaan, orang-orang pilihan akan dirasuki roh hingga kebal, sehingga tubuh bisa ditusuk-tusuk tanpa terluka.
Parade Tatung menjadi satu atraksi budaya saat perayaan Cap Go Meh di Singkawang yang paling ditunggu.
Baca Juga: Kalegowa, Sulawesi Selatan, Salah Satu Destinasi Utama untuk Slow Travel di Asia Versi Agoda
4. Kasada
Tradisi ini dijalani masyarakat Tengger di Jawa Timur sebagai bentuk syukur atas melimpahnya panen.
Dalam tradisi kasada sejumlah hasil panen akan dilarung ke kawah Gunung Bromo.
Hasil panen tersebut, seperti sayur-sayuran dan ternak, terutama jenis unggas.
Dipercaya dengan melarung ini akan terjadi keharmonisan antara alam, Tuhan, dan leluhur.
Baca Juga: Air Terjunnya Bertingkat, View-nya Bikin Betah, Sudah Pernah ke Curug Cikoja Tasikmalaya?
5. Potong rambut gimbal
Tradisi potong rambut gimbal dilakukan masyarakat Dieng, Jawa Tengah.
Tujuannya untuk merayakan pertumbuhan rambut anak dengan memotong gimbal yang dimilikinya sejak masih kecil.
Dengan dipotong artinya anak-anak telah masuk ke jenjang kedewasaan.
Upacara diiringi sejumlah doa membuang sial si anak sehingga saat dewasa diharapkan beruntung.***