Kedua, dari sisi ilmiah, beberapa penelitian menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat membantu mengurangi kadar insulin, memperbaiki fungsi sel, dan bahkan menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Meski belum menjadi kesimpulan mutlak, hasil awal dari penelitian ini cukup menjanjikan.
Efektifkah Diet IF untuk Menurunkan Berat Badan?
Baca Juga: Bahaya Mengonsumsi Kentang Bertunas dan Berwarna Hijau: Ini Penjelasannya
Banyak pelaku diet IF mengaku berhasil menurunkan berat badan tanpa harus menghitung kalori secara ketat.
Selama jendela makan, tubuh cenderung lebih mudah mengontrol asupan karena waktu makannya terbatas. Dengan kombinasi gaya hidup sehat dan pilihan makanan bergizi, IF bisa menjadi salah satu cara efektif untuk mengelola berat badan.
Namun, perlu diingat bahwa hasil tiap orang bisa berbeda. Diet ini tidak cocok untuk semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan makan, sedang hamil, atau memiliki kondisi medis tertentu. ***