ragam

Cara Mengatasi Nyeri Perut saat Haid agar Aktivitas Tetap Lancar

Minggu, 27 Juli 2025 | 07:00 WIB
Atasi nyeri perut karena haid dengan cara alami seperti kompres hangat, olahraga ringan, dan pola makan sehat agar tetap nyaman dan produktif. (Freepik/benzoix)

Kabar BUMN - Nyeri perut saat haid bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa kram yang muncul di bagian bawah perut atau pinggang seringkali membuatmu merasa tidak nyaman, bahkan sampai sulit beraktivitas.

Tapi tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meredakan nyeri haid secara alami dan efektif.

Berikut ini beberapa tips yang bisa membantumu mengurangi nyeri perut saat menstruasi agar tetap produktif dan nyaman.

Baca Juga: Hutama Karya–KAKAK Dorong Surakarta Menuju Kota Layak Anak

1. Kompres Hangat di Perut

Mengompres perut bagian bawah dengan air hangat bisa membantu merilekskan otot rahim yang tegang dan mengurangi rasa sakit.

Kamu bisa menggunakan botol berisi air hangat atau bantalan panas khusus yang ditempelkan selama 15–20 menit.

Baca Juga: Air Terjun Madakaripura, Tempat Wisata Andalan di Probolinggo yang Dipercaya Bekas Pertapaan Patih Gadjah Mada

2. Cukup Istirahat dan Tidur Nyenyak

Kurangnya istirahat bisa memperburuk nyeri haid. Pastikan kamu tidur cukup agar tubuh bisa beristirahat dengan maksimal.

Usahakan untuk tidur di posisi nyaman, seperti posisi menyamping sambil menekuk kaki (fetal position), yang bisa membantu meredakan nyeri.

Baca Juga: Dorong Percepatan Penyaluran Pupuk Subsidi, Pupuk Indonesia Gandeng Pemkab Sidrap Gelar “Rembuk Tani dan Tebus Bersama”

3. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan

Meskipun terasa malas bergerak saat haid, nyatanya olahraga ringan seperti jalan kaki, stretching, atau yoga justru bisa membantu melancarkan aliran darah.

Aktivitas ringan seperti ini juga bisa melepaskan hormon endorfin yang bersifat pereda nyeri alami.

Baca Juga: Cegah Percaloan, ASDP Wajibkan Pengguna Pesan Tiket Online via Ferizy

4. Hindari Makanan dan Minuman Tertentu

Selama haid, sebaiknya hindari konsumsi makanan tinggi lemak, makanan cepat saji, minuman berkafein, dan soda.

Halaman:

Tags

Terkini