Bumbu lainnya cabai, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan daun pandan.
Keunikan nasi kuning Manado ada pada penggunaan daun lontar atau daun woka.
Baca Juga: Spot Alam di Purwakarta Ini Bakal Bikin Kamu Terpana, dan Ini Bukan Tentang Pantai!
Nasi kuning dibungkus dengan daun woka.
Sementara untuk lauknya ikan cakalang yang sudah disuwir ditambah ubi atau singkong kering.
Kadang ditambahkan juga dengan telur rebus, bihun dan bawang goreng.
Baca Juga: 6 Kudapan Khas Pontianak, Dipengaruhi Kekayaan Kuliner Tiongkok, Dayak, dan Melayu
3. Bali
Nasi kuning dari Bali sedikit mirip dengan nasi kuning Solo.
Bumbu utamanya adalah kunyit dan kencur sehingga aromanya wangi dibandingkan nasi kuning Solo.
Untuk lauknya nasi kuning Bali selalu dinikmati bersama sate lilit, ayam betutu dan sambal matah.
Selain dimakan, nasi kuning khas Bali juga menjadi bagian dari sesajen pada upacara penting.
Baca Juga: Curug Madi, Air Terjun Alami di Perbatasan Bandung–Garut, Tiket Masuknya Cuma Rp8 Ribu
4. Gorontalo
Nasi kuning di Gorontalo sudah menjadi bagian dari kuliner di daerah ini jauh sebelum agama Islam masuk.
Dulu nasi kuning bagian sesajen pada tradisi mohide. Yaitu upacara meminta doa pada Pulohuta (penjaga hutan).
Saat berdoa mereka menghidangkan nasi kuning.