Di antaranya adalah kewajiban memiliki pengalaman mendaki, pemeriksaan kesehatan sebelum naik, pendampingan oleh pemandu berpengalaman, serta kepemilikan asuransi premium.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di gunung yang memiliki tingkat kesulitan tinggi ini.
Rencana Perluasan ke Gunung Lain
Gunung Rinjani akan menjadi lokasi percontohan atau pilot project untuk penggunaan aplikasi ini.
Jika hasilnya positif, penerapan sistem serupa akan diperluas ke jalur pendakian gunung lain di Indonesia. Standar keamanan yang diterapkan di Rinjani nantinya dapat menjadi acuan bagi pengelolaan pendakian di wilayah lain.
Baca Juga: Pertamina Group Sukses Hasilkan Sustainable Aviation Fuel dari Minyak Jelantah
Jadwal Pelaksanaan
Penerapan penuh aplikasi ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir Agustus hingga awal September 2025.
Dengan adanya sistem ini, pihak pengelola berharap dapat mencapai target “zero accident” dan “zero waste” dalam aktivitas pendakian, sekaligus memberikan pengalaman mendaki yang lebih aman dan bertanggung jawab. ***