Kabar BUMN - Kehadiran Belanda sedikit banyak memengaruhi sosial, budaya, dan juga kuliner Indonesia.
Tidak sedikit kuliner Indonesia yang mengadopsi kuliner Belanda, seperti pastri dan rotinya.
Pastri dan roti ini bisa ditemukan di keseharian masyarakat Indonesia, termasuk saat hari raya.
Baca Juga: 5 Tempat Asli di Seoul yang Menjadi Inspirasi Animasi Populer Kpop Demon Hunter
1. Oliebollen
Beberapa daerah punya variasi sendiri untuk oliebollen, yang di Indonesia lebih dikenal dengan odading.
Di Jakarta dinamai kue bantal, Semarang disebut bolang-baling, dan warga Medan menyebutnya kue bohong.
Bahannya sama, yakni terigu, ragi, susu, baking powder. Di Indonesia, susu kadang diganti air saja.
Di negara asalnya oliebollen sering juga ditambahkan kismis atau succade.
Baca Juga: Sistem Pelacakan Pendaki Berbasis Aplikasi Mulai Diterapkan di Gunung Rinjani Akhir Agustus
2. Spekkoek
Spekkoek di Indonesia diadopsi menjadi spikoe atau lapis Surabaya.
Seperti spikoe, spekkoek terdiri atas dua adonan, yaitu kuning dan cokelat.
Tetapi aslinya, spekkoek sering diberi isian selai stroberi yang tebal.
Perbedaan lainnya, spekkoek pakai lebih banyak kuning telur sehingga rasanya sangat lembut.
Baca Juga: Strategi Jitu Berburu Promo Merdeka 17 Agustus, Simak Tipsnya Agar Kantong Tidak Jebol
3. Broeder
Orang Indonesi lebih familiar dengan nama roti blunder, yang sayangnya kini semakin langka.