ragam

Kuliner Raja Ampat, Bahan Bakunya Tampak Ekstrem, Rasanya Lezat, dan Sehat

Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Cacing laut yang sudah dikeringkan. Masyarakat Raja Ampat menyajikan cacing laut dengan cara digoreng, dibumbui balado atau dijadikan sate. (Tokopedia/NurhsnhShopp)

Papeda mudah ditemukan di setiap rumah makan di Papua Barat, termasuk di Raja Ampat.

Baca Juga: Modal 5 Ribu Bisa Wisata Sepuasnya di Curug Muncar, Air Terjun di Purworejo yang Punya Fasilitas Lengkap

3. Cacing laut
Kuliner ini mudah ditemui di Kepulauan Ayau, Raja Ampat sebelah utara.

Cacing laut yang dikonsumsi jenis insonem. Ukuran sekitar 30 sentimeter. Teksturnya sedikit kenyal.

Cacing laut sering diolah dengan cara digoreng atau diasap dengan tempurung dan kayu bakar.

Cacing laut dipercaya mampu meningkatkan stamina dan keperkasaan pria.

Baca Juga: Menikmati Pesona Alam Pantai Lancing, Kepingan Surga di Lombok yang Belum Banyak Diketahui Wisatawan

Ilustrasi. Bidara (kerang merah) rica (Youtube/@ranazakiyyah)

4. Bidara rica
Bidara atau kerang merah merupakan boga bahari yang mudah ditemukan di Raja Ampat.

Kerang ini punya rasa manis. Teksturnya sedikit kenyal tapi masih empuk.

Sebenarnya tanpa diberi bumbu atau hanya direbus dengan garam dan jahe saja sudah lezat.

Tetapi banyak juga dimasak dengan bumbu rica, dari cabai, bawang merah, jahe, garam dan tomat.

Baca Juga: Pulau Kecil Tengah Danau di Bandung Ini Punya Camping Ground Hits, Berani Coba?

5. Ikan bakar Manokwari
Sesuai namanya, ikan bakar ini berasal dari Manokwari, Papua Barat, tapi bisa ditemui juga di Raja Ampat.

Ikan yang digunakan umumnya ikan tongkol, bisa juga menggunakan kakap merah atau kakap putih.

Untuk bumbu bakarannya pakai bawang merah, cabai rawit, gula, dan garam yang dihancurkan kasar.***

Halaman:

Tags

Terkini