2. Kipo
Jajanan pasar ini sudah langka tapi masih bisa ditemukan di pasar tradisional di Kotagede.
Kipo jajanan favorit para bangsawan pada zaman Mataram Islam yang banyak tinggal di daerah Kotagede.
Namanya diambil dari potongan kata bahasa Jawa 'iki opo', yang artinya ini apa.
Baca Juga: Ekowisata Kali Talang, Spot Instagramable di Klaten dengan Panorama Megah Gunung Merapi
Kipo terbuat dari ketan yang diberi pewarna dari daun suji hingga berwarna hijau.
Adonan diberi isian enten-enten – campuran kelapa parut dan gula merah.
Bentuknya pipih dan berukuran kecil. Setelah itu adonan dipanggang sehingga hijau sedikit gosong.
Rasanya manis dan saat digigit terasa kenyal dan empuk.
Baca Juga: Stone Park Turunan, Menjejak Awan dari Perbukitan Gunungkidul
3. Kembang waru
Kue tradisional ini bentuknya terinspirasi dari daun pohon waru, yang bersisi delapan.
Delapan sisi ini mencerminkan perilaku pemimpin ideal dengan personifikasi delapan elemen alam.
Yakni, tanah, air, angin, api, matahari, bulan, bintang, dan langit.
Kembang waru sudah ada sejak zaman Mataram Islam dan sampai sekarang masih favorit warga Kotagede.