Kabar BUMN - Asal mochi sejatinya dari Tiongkok, tetapi kini telah menjadi bagian kuliner dunia, termasuk Jepang.
Di Jepang, mochi diperkirakan dibawa biksu Buddha sekitar abad ke 8 Masehi.
Biksu memperkenalkan teknik pembuatan mochi, mulai dari menumbuk beras ketan, dibentuk bulat hingga diberi isi.
Baca Juga: Batu Tumpang Garut, Tempat Singgah yang Jadi Destinasi
Pembuatan mochi meluas pada Heian Periode (abad 8-11 Masehi).
Mochi tidak lagi sajian upacara keagamaan saja, tetapi juga makanan bangsawan, juga masyarakat umum.
Meskipun bahan dasarnya sama, setiap daerah atau prefektur di Jepang punya ragam mochi berbeda-beda.
Baca Juga: 4 Tempat Kuliner di Pasar Atom yang Menunya Khas Surabaya
Botamochi
Nama lainnya ohagi, ini jenis mochi yang selalu hadir di musim semi terutama pada minggu ekuinoks.
Yakni, di mana matahari melintas tepat di atas garis khatulistiwa. Dalam bahasa Jepang disebut ohagi.
Botamochi selalu dihidangkan pada perayaan ohagi di mana bunga-bunga mulai bermekaran.
Bila mochi umumnya diberi isi kacang merah, botamochi kebalikannya. Mochi justru dibungkus pasta kacang merah.
Baca Juga: Healing Pagi di Prambanan, Rayakan Kesehatan Mental Lewat “Miracle of Mind Meditation”