Kabar BUMN - Di antara mitos dan kepercayaannya, masyarakat Jepang percaya hewan kucing membawa keberuntungan.
Kepercayaan akan keberuntungan kucing ini memunculkan patung kucing putih, maneki-neko.
Patung kucing putih ini biasanya dipajang di dekat meja kasir.
Harapannya keberadaan patung kucing maneki-neko membawa keberuntungan bagi toko tersebut.
Baca Juga: Beragam Jenis Sambal Khas Jawa Timur, Beda Bahan Pembuatnya, Sama-sama Membuat Napsu Makan
Sejak Zaman Edo
Maneki-neko atau kucing keberuntungan sudah dikenal sejak zaman Edo, sekitar abad 17.
Tradisi memuja kucing keberuntungan ini dimulai dari sebuah kuil Buddha di Edo (sekarang Tokyo).
Dipercaya saat itu seorang bangsawan samurai bernama Ii Naotaka terkena hujan badai.
Ia diajak masuk ke sebuah kuil oleh seekor kucing.
Baca Juga: Pantai Ujung Piring, Surga Tersembunyi di Jepara untuk Menikmati Senja
Setelah badai reda, sebagai ucapan syukur, Ii Naotaka menyumbang uang yang besar untuk membangun kuil.
Tempat itu lalu berubah makmur dan menjadikan sang kucing sebagai simbol keberuntungan.
Nama kuil llu diubah jadi Kuil Gotokuji. Sampai sekarang kuil masih berdiri.
Baca Juga: Kata-Kata Inspiratif Pahlawan Indonesia yang Tetap Relevan Sepanjang Masa