Tingkat keakutan insomnia berbeda-beda. Sekitar 50% orang dewasa sesekali saja mengalami insomnia. Sekitar 10% mengalami insomnia kronis.
Insomnia bisa muncul dalam jangka pendek tapi juga dalam jangka panjang. Ada satu masa seseorang bisa bebas dari insomnia namun di saat lainnya muncul kembali.
Baca Juga: 9 Alasan Mengapa Anda Sulit Menurukan Berat Badan, Stres Termasuk Penyebab yang Paling Kuat
Insomnia dikategorikan kronis bisa seseorang mengalaminya paling tidak tiga hari dalam seminggu selama satu bulan atau lebih.
Salah satu penyebab utama insomnia adalah masalah emosional dan mental.
2. Sleep apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi saat pernapasan seseorang terganggu selama tidur.
Baca Juga: Jamaah Calon Haji Harus Ingat! Jangan Minum Air Zam-zam Dingin saat Cuaca Panas
Mereka yang menderita sleep apnea kadang bisa tanpa sadar berhenti bernapas berulang kali saat tidur.
Ada dua jenis sleep apnea yaitu obstructive dan central.
Obstructive sleep apnea (OSA) adalah jenis yang paling umum. Ini disebabkan terblokirnya saluran pernapasan.
Baca Juga: Kebiasan-kebiasaan Kecil yang Jika Dilakukan Akan Menimbulkan Percik Kebahagiaan
Biasanya karena jaringan halus di tenggorokan kolapse saat tidur. Gejala dari OSA termasuk mengorok dan terengah-engah mencari udara saat sedang tidur.
Sementara, Central Sleep Apnea (CSA), bukan saluran pernapasan yang terblokir tapi otak yang gagal menyuruh tubuh untuk bernapas.
Gangguan jenis ini ada hubungannya dengan fungsi dari sistem otak utama.