Kabar BUMN - Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, termasuk kadar gula darah.
Lonjakan gula darah yang terlalu tinggi saat berbuka, lalu turun drastis di siang hari, bisa memicu tubuh lemas, pusing, hingga rasa lapar berlebihan.
Agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap bertenaga, berikut sejumlah tips menjaga gula darah agar tidak melonjak selama Ramadan.
Baca Juga: 7 Minuman yang Wajib Dihindari Saat Puasa, Bikin Cepat Haus dan Lemas!
1. Hindari “Balas Dendam” dengan Makanan Manis Saat Berbuka
Berbuka dengan yang manis memang dianjurkan, tetapi dalam porsi wajar.
Konsumsi gula berlebihan seperti sirup, kue manis, atau minuman tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat.
Sebaiknya pilih kurma 1–3 butir dan air putih untuk mengawali buka puasa sebelum makan utama.
Baca Juga: Bikin Cepat Lapar, Ini 7 Makanan yang Wajib Dihindari Saat Puasa
2. Pilih Karbohidrat Kompleks Saat Sahur
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau quinoa dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga gula darah tetap stabil lebih lama.
Hindari karbohidrat sederhana seperti nasi putih berlebihan atau roti putih yang cepat meningkatkan gula darah lalu turun drastis.
Baca Juga: Sering Haus Saat Puasa? Ini Cara Simpel Biar Tubuh Tetap Terhidrasi Seharian
3. Perbanyak Protein dan Serat
Protein (telur, ayam, ikan, tahu, tempe) dan serat (sayur serta buah) membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah.
Kombinasi ini membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan mencegah lonjakan gula darah.
Pastikan menu sahur dan berbuka mengandung protein dan serat seimbang.