Kabar BUMN - Rasa haus saat puasa itu wajar. Aktivitas tetap jalan, cuaca kadang terik, sementara tubuh tidak mendapat asupan cairan selama belasan jam.
Namun, ada kalanya rasa haus terasa berlebihan, bahkan baru siang sudah ingin menyerah.
Di titik ini, biasanya bukan cuma soal “kurang minum”, tapi soal cara tubuh menyimpan cairan.
Baca Juga: Hangatnya Ramadan, PT Timah Berbagi Kebersamaan di Panti Asuhan Al Khoiriyah
Tubuh kita menyerap air secara bertahap, bukan sekaligus. Jadi ketika berbuka langsung minum banyak dalam waktu singkat, sebagian cairan justru cepat terbuang.
Hasilnya, pagi terasa segar, tapi menjelang siang tenggorokan kembali kering.
Supaya rasa haus lebih terkendali, ada beberapa hal sederhana yang bisa dicoba:
Pertama, ubah ritme minum.
Daripada menghabiskan banyak gelas sekaligus saat berbuka, coba bagi porsinya.
Misalnya dua gelas saat berbuka, lanjut perlahan setelah makan malam, dan tutup dengan dua gelas saat sahur. Pola seperti ini memberi waktu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal.
Baca Juga: Fitur Baru BYOND by BSI Perkuat Layanan E-Commerce, Transaksi Melonjak 122 Persen
Kedua, perhatikan isi piring.
Cairan tidak hanya datang dari air putih. Buah seperti semangka, melon, atau jeruk punya kandungan air tinggi yang membantu menjaga hidrasi lebih lama.
Menu berkuah seperti sup atau sayur bening juga bisa jadi pilihan aman, terutama saat sahur.
Baca Juga: Lonjakan 15 Persen Diprediksi, ASDP Matangkan Layanan Mudik Lebaran 2026 di Kepulauan Riau