ragam

Keindahan Songket Khas Desa Sukarara, Lombok, Satu Kain dengan Beragam Pesona

Senin, 9 Maret 2026 | 18:30 WIB
Desa Sukarara, Lombok, diperkirakan sudah terbentuk sejak tahun 1775. (gerbanglombok.co.id)

Kabar BUMN - Pecinta songket perlu berkunjung ke Desa Sukarara di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Jaraknya 25 kilometer dari pusat kota Mataram atau sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor.

Desa Sukarara diperkirakan sudah terbentuk sejak tahun 1775.

Baca Juga: Rencana Ganti Karier? Beberapa Langkah Ini Bisa Membantu Memulai dari Awal

Desa didirikan dua bangsawan Sasak, Raden Cempake dan Raden Anugrah.

Konon nama Sukarara diambil dari kata suka yang artinya senang dan rara yang artinya sederhana.

Masyarakatnya, yang merupakan suku Sasak, selalu senang meskipun hidup sederhana.

Baca Juga: Festival Musik Internasional LaLaLa Festival 2026 di Jakarta, Tiket Dijual via Livin’ by Mandiri

Kemampuan menenun penduduk sudah muncul sejak berabad-abad.

Dulunya penduduk desa ini menggunakan pakaian dari bahan kayu kulit.

Karena terasa gatal dan tidak nyaman, mulailah mencoba menggunakan kain tenun dari kapas.

Kemampuan inilah yang diwariskan turun menurun hingga sekarang.

Baca Juga: Bedug Tertua di Indonesia, Umurnya Lebih dari 200 Tahun

Kain songket yang dihasilkan Desa Sukarara masih menggunakan teknik dan alat tenun tradisional. (liburankelombok.id)

Alat tradisional
Kain songket yang dihasilkan Desa Sukarara masih menggunakan teknik dan alat tenun tradisional.

Nyaris semua perempuan di desa ini bisa menenun.

Halaman:

Tags

Terkini