ragam

Keindahan Songket Khas Desa Sukarara, Lombok, Satu Kain dengan Beragam Pesona

Senin, 9 Maret 2026 | 18:30 WIB
Desa Sukarara, Lombok, diperkirakan sudah terbentuk sejak tahun 1775. (gerbanglombok.co.id)

Keahlian ini juga jadi salah satu persyaratan bagi perempuan bila ingin menikah.

Baca Juga: Perjalanan Mudik Tetap Nyaman Meski Hujan, Coba 7 Tips Ini

Ciri khas songket ini model ikat, dibuat dari alat tenun yang ukurannya bisa diperlebar atau diperkecil.

Benang emas atau perak juga ditambahkan sebagai aksen yang menghasilkan pola-pola unik.

Untuk pewarnaannya menggunakan pewarna alami dari kulit kayu mahoni, biji asam, kunyit, dan daun sirih.

Baca Juga: Fakta Menarik Bedug, Ternyata Ada Peran Besar Laksamana Cheng Ho dalam Penyebarannya di Pulau Jawa

Untuk menghasilkan satu kain songket dibutuhkan waktu minimal satu bulan. (happytour.id)

Proses rumit, harga mahal
Motif songket lombok umumnya mendapat inspirasi dari alam.

Motif yang populer subahnale, yaitu motif bunga dikelilingi tiga garis, melambangkan kebesaran Tuhan yang Maha Esa.

Ada juga motif bintang empet yang jadi simbol arah mata angin.

Baca Juga: Panduan Menciptakan Kerja Sama Tim yang Efektif dan Produktif Saat WFA

Kemudian motif serat penginang, dan motif merak yang melambangkan cinta suci abadi.

Untuk menghasilkan satu kain songket dibutuhkan waktu minimal satu bulan.

Tidak heran kalau harga songket mencapai ratusan ribu dan sampai jutaan.

Baca Juga: Tips Aman Mudik Sendirian bagi Wanita, Perjalanan Tetap Nyaman dan Tenang

Di Desa Sukarara, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan songket.

Halaman:

Tags

Terkini