Kabar BUMN - Di Surabaya, ada sejumlah perkampungan penduduk yang diubah menjadi kampung wisata.
Meskipun begitu, keaslian dan nilai sejarah kampung di kampung wisata di Surabaya ini masih dipertahankan.
Masing-masing kampung hadirkan nuansa yang berbeda-beda.
Baca Juga: 5 Biji Kopi Indonesia yang Diminati Pasar Internasional, Kunci Keunggulannya di Rasanya yang Khas
Kampung Lawang Seketeng
Kampung yang berlokasi di jalan Lawang Seketeng ini salah satu perkampungan tertua di Surabaya.
Diperkirakan Kampung Lawang Seketeng sudah berdiri sejak zaman Majapahit Kuno.
Ini terbukti dari peninggalan sejarah berupa Sumur Jobong yang dibuat sekitar abad 14.
Baca Juga: Harga Tiket Terbaru Taman Sari Jogja 2026, Liburan Sejarah yang Tetap Ramah di Kantong
Uniknya, di kampung ini juga berdiri Langgar Dukur Kayu, langgar tua tempat Presiden Soekarno belajar mengaji.
Juga makam Syekh Zen Zaini Assegaf, Mbah Pitono, dan Mbah Dino, tiga tokoh agama penting di Surabaya.
Kampung Lawang Seketeng berlokasi di jalan Lawang Seketeng Gg 1, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya.
Baca Juga: Tips Aman Mengemudi Kendaraan di Malam Hari Saat Mudik Lebaran
Kampung Ceria dan Batik Tin Gundih
Kampung ini menawarkan wisata batik karena sebagian besar warganya perajin dan produsen batik.
Konsep kampung batik ini pertama kali diinisiasi tahun 2009 oleh salah satu ketua RW.