ragam

Desa Troso, Jepara, Sentra Tenun Warisan Budaya yang Tak Lekang oleh Waktu

Jumat, 13 Maret 2026 | 15:30 WIB
Kerajinan tenun di Desa Troso, Jepara, dilakukan sejak tahun 1935 dan sejak itu menjadi mata pencarian penduduk. (humas.jatengprov.go.id)

Bahan utama berupa benang-benangnya yang dipintal dan diberi warna dulu.

Setelah dijemur beberapa lama baru digulung dan dipasang pada alat tenun. Baru mulai menenun.

Proses menenun membutuhkan waktu panjang.

Ini karena benang harus ditata sedemikian rupa untuk membentuk pola yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Harga Tiket Terbaru Taman Sari Jogja 2026, Liburan Sejarah yang Tetap Ramah di Kantong

Motif tenun troso sangat beragam meskipun tetap punya ciri khas tersendiri. (tenunbali.com)

Menyesuaikan dengan pasar
Tenun Troso Jepara punya ciri khas pada motifnya.

Ada yang motif geometris, motif non geometris, seperti flora - fauna, dan motif kontemporer.

Masyarakat di Desa Troso tidak terlalu kaku pada aturan motif yang digunakan.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Lailatul Qadar Lengkap 2 & 4 Rakaat Ramadan 2026

Mereka terbuka pada motif modern dan sesuai pesanan pelanggan. Beberapa motif mengikuti tren juga.

Tak heran bisa ditemukan juga motif dan corak tenun Bali karena banyak pesanan dari daerah tersebut.

Hasil tenunan selain dijual di Bali juga dipasarkan di Jakarta dan Surabaya.

Baca Juga: Minimarket yang Menawarkan Minuman Kopi Murah Tapi Rasanya Tidak Kalah dari Kafe

Selain bisa melihat proses pembuatannya, di Desa Troso orang bisa membeli langsung hasil tenunannya.

Halaman:

Tags

Terkini