ragam

Jejak Lengkap Geopark Ijen: Dari Blue Fire hingga Misi Dunia Menuju Green Card UNESCO

Selasa, 21 April 2026 | 20:45 WIB
Geopark Ijen tak hanya Blue Fire, tapi ekosistem lengkap dari gunung hingga pesisir. Simak keunikan geologi, budaya, dan misi Green Card UNESCO. (Instagram/@kawahijenindonesia)

 

Kabar BUMN - Geopark Ijen selama ini dikenal luas karena fenomena Blue Fire yang ikonik dan kawah asamnya yang dramatis.

Namun kawasan ini sebenarnya menyimpan lanskap yang jauh lebih kompleks, mulai dari pegunungan, hutan, hingga wilayah pesisir yang saling terhubung.

Keunikan inilah yang membuat Ijen terus diperjuangkan dalam status UNESCO Global Geopark dengan target Green Card sebagai pengakuan dunia.

Baca Juga: TelkomGroup Raih Tiga Penghargaan di Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Perkuat Pemerataan Akses Internet Nasional

Ijen Bukan Sekadar Blue Fire

Ijen sering hanya diasosiasikan dengan fenomena api biru yang menyala di malam hari.

Padahal, kawasan ini adalah sistem alam utuh yang mencakup ekosistem gunung, hutan, hingga pesisir yang hidup berdampingan dengan aktivitas masyarakat lokal. Inilah yang menjadikan Ijen lebih dari sekadar destinasi wisata visual.

Baca Juga: Sering Bekerja di Depan Komputer, Benarkah Bisa Memicu Saraf Kejepit?

Fenomena Geologi Kelas Dunia

Salah satu daya tarik utama Ijen adalah kawah asam terbesar di dunia yang menjadi laboratorium alam bagi para peneliti.

Di sisi lain, Blue Fire di Ijen merupakan fenomena langka akibat pembakaran gas belerang yang muncul secara konsisten sepanjang tahun.

Kondisi ini membuatnya berbeda dari lokasi lain seperti Islandia, yang kemunculan fenomena serupa tidak selalu stabil dan bergantung pada aktivitas geotermal tertentu.

Baca Juga: Kesempatan Jadi Driver Profesional di BUMN! Lowongan PT GDPS untuk Lulusan SMA Dibuka hingga Akhir April 2026

Dari Puncak Gunung ke Pesisir Teluk Pang-Pang

Keunikan Geopark Ijen tidak berhenti di area kawah. Perjalanan wisata dapat berlanjut hingga Teluk Pang-Pang, kawasan pesisir yang dipenuhi hutan mangrove.

Di sini, keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem pesisir menjadi bukti bahwa konservasi berjalan beriringan dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: PDC Perkuat Sistem Kepatuhan demi Menjaga Keberlanjutan Bisnis

Halaman:

Tags

Terkini