ragam

Rekomendasi Rujak Khas Sumatra, Cocok Dinikmati di Udara Panas

Selasa, 19 Mei 2026 | 08:30 WIB
Rujak Samalanga berasal dari Aceh, tepatnya di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun. (carikulinerindonesia.com, Medan Hevetia)

Sebagian orang menambahkan kolang-kaling dan memakan rujak dingin-dingin dari lemari es.

Baca Juga: Panduan Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam, Jangan Asal Besar dan Murah

Rujak maharani
Rujak ini jadi camilan sore masyarakat Riau.

Buah-buahannya belimbing, kedondong, mentimun, nanas, dan jambu air.

Untuk bumbunya, mangga kweni dihancurkan. Setelah itu diberi jeruk nipis dan potongan cabai.

Mangga ini akan mengeluarkan air yang jadi kuah dari rujaknya.

Baca Juga: Wisata Sejarah ke Rumah Dokter Radjiman, Salah Satu Tokoh Pergerakan Nasional

Rujak mi dari Palembang mencampurkan mi dan nyaris tidak ada buah di dalamnya. (Instagram/@pariwisata.palembang)

Rujak mi
Rujak khas Sumatra tidak melulu buah-buahan.

Rujak mi Palembang mencampurkan mi dan nyaris tidak ada buah di dalamnya.

Racikan rujak mi terdiri atas mi kuning, soun, tahu, timun, dan pempek.

Setelah itu disiram kuah cuko yang gurih dan pedas.

Baca Juga: TMII Gelar Perayaan Hari Tari Sedunia, Pendaftaran Dibuka hingga 25 Mei

Rujak soun
Seperti juga rujak mi, rujak soun dari Bangka tidak menggunakan buah-buahan.

Rujak terdiri atas soun, kacang panjang, timun, toge, buncis, dan daun selada.

Halaman:

Tags

Terkini