Daging merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan beberapa jenis makanan lainnya.
Ketika konsumsi daging tidak diimbangi dengan asupan serat dari sayur dan buah, seseorang dapat mengalami sembelit, perut kembung, hingga rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Para ahli gizi umumnya menyarankan agar konsumsi daging tetap disertai sayuran, buah-buahan, dan cukup air putih guna membantu proses pencernaan berjalan lebih baik.
Baca Juga: Main Air, Kulineran, hingga Camping, Nature Riverside Jadi Spot Healing Favorit di Bandung Selatan
Dapat Memicu Kenaikan Berat Badan
Olahan daging kurban yang dimasak menggunakan santan, minyak, atau lemak tambahan juga berpotensi meningkatkan asupan kalori secara signifikan.
Jika dikonsumsi berlebihan selama beberapa hari tanpa diimbangi aktivitas fisik, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
Kelebihan berat badan sendiri diketahui menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung.
Baca Juga: 10 Kata-Kata Inspiratif untuk Membangkitkan Semangat di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Risiko Penyakit Metabolik dan Hati
Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi dengan meningkatnya risiko gangguan metabolik.
Laporan kesehatan yang dirangkum Verywell Health menyebut konsumsi daging merah dan daging olahan secara berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit hati berlemak non-alkohol atau metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD).
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.
Baca Juga: 1 Juni 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Makna Penting di Baliknya
Konsumsi Berlebihan Dikaitkan dengan Risiko Kanker
Organisasi kesehatan dunia melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) sebelumnya mengklasifikasikan daging merah sebagai bahan yang "mungkin bersifat karsinogenik" bagi manusia atau berpotensi meningkatkan risiko kanker tertentu apabila dikonsumsi dalam jumlah tinggi dan terus-menerus.
Cleveland Clinic menyebut sejumlah penelitian menemukan hubungan antara konsumsi daging merah berlebih dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, meski risiko tersebut dipengaruhi berbagai faktor lain seperti pola makan keseluruhan, gaya hidup, dan metode pengolahan makanan.
Baca Juga: 8 Tips Defrost Daging Beku, Cepat Cair dan Kualitas Tetap Terjaga