SAF Jadi Senjata Pertamina dalam Perang Melawan Emisi Karbon dan Sampah

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 18 November 2024 | 09:00 WIB
Sustainable Aviation Fuel (SAF) menjadi solusi alternatif Pertamina dalam mengurangi emisi karbon. (DOK.Pertamina)
Sustainable Aviation Fuel (SAF) menjadi solusi alternatif Pertamina dalam mengurangi emisi karbon. (DOK.Pertamina)

Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) sejak beberapa tahun lalu telah mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak nabati.

Tahun ini, SAF mengalami peningkatan manfaat, tak hanya mengurangi emisi karbon di sektor transportasi udara tetapi sekaligus menjawab persoalan sampah rumah tangga dan limbah industri.

SVP Research & Technology Innovation, Oki Muraza, menjelaskan Pertamina sudah mengembangkan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) sebagai bahan baku SAF.

Baca Juga: Garuda Indonesia dan KWI Sepakati Kerja Sama Community Privilege

Sebelumnya, SAF dikembangkan menggunakan minyak kelapa sawit dalam bentuk crude palm oil (CPO) atau refined bleached deodorized palm kernel oil (RBDPKO).

Langkah Pertamina dimulai dengan mengumpulkan UCO dari berbagai sumber, termasuk rumah tangga, restoran, dan industri pengolahan makanan.

Teknologi pengolahan SAF menggunakan jalur Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (HEFA) memungkinkan konversi minyak jelantah menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan infrastruktur penerbangan yang ada.

Baca Juga: Liburan ke Buleleng Tak Lengkap Kalau Tidak Wisata ke Air Terjun, Berikut Rekomendasi 5 Destinasi Terbaiknya

Oki juga menekankan pada tahun depan, SAF dari UCO bisa digunakan secara komersial.

Targetnya pada kuartal pertama tahun depan, SAF akan digunakan dalam joy-flight pada pesawat Pelita Air yang merupakan maskapai penerbangan milik Pertamina Group.

Oki mencatat, potensi pengumpulan UCO di Indonesia dapat mencapai 1,24 juta kiloliter per tahun.

Baca Juga: Faktor yang Penting Diperhatikan Saat Membeli Koper Traveling, Jangan Berorientasi Pada Harga Saja

Namun, lanjut dia, tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat tentang mekanisme pengumpulan dan distribusi lokasi sumber UCO yang tersebar luas masih menjadi hambatan utama.

Untuk menjawab tantangan ini, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga telah memulai program pra-pemasaran di Bali dengan memasok SAF kepada beberapa maskapai penerbangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini