"Dengan mengintegrasikan upaya domestik dengan standar global dan berkolaborasi dengan mitra internasional, Indonesia memposisikan dirinya sebagai pemimpin potensial dalam produksi SAF dan diplomasi energi regional," kata Emma.
Emma juga menegaskan Indonesia menunjukkan potensi kolaborasi publik-swasta dalam mendorong dampak positif.
Baca Juga: PLN Indonesia Power: Keberhasilan Transformasi Menuju Penyedia Energi Andal dan Berkelanjutan
Ini adalah momen penting bagi komunitas global untuk mendukung inisiatif seperti ini, yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi sekaligus aksi nyata terhadap perubahan iklim.
"Saya berharap dapat melihat bagaimana kemitraan ini berkembang dan berkontribusi pada tujuan bersama kita untuk mencapai net-zero emissions di sektor penerbangan pada tahun 2050." tutup Emma.***
Artikel Terkait
Pertamina Sukses Tutup Pertamina Goes to Campus 2024 di Universitas Mulawarman: Upaya Peningkatan Ketahanan Energi
Pertamina Dorong Pengembangan CCS/CCUS untuk Kurangi Emisi Karbon di Indonesia
Risiko Bisnis Tinggi, Pertamina Hulu Rokan Tegakkan Integritas dan Etika dalam Budaya Kerja
Pertamina Manfaatkan Potensi Alam untuk Serap Karbon Lewat Dua Inisiatif Terintegrasi
Pertamina Eco RunFest 2024 Makin Dekat, Jangan Lupa Ambil Race Pack-mu!