SAF Jadi Senjata Pertamina dalam Perang Melawan Emisi Karbon dan Sampah

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 18 November 2024 | 09:00 WIB
Sustainable Aviation Fuel (SAF) menjadi solusi alternatif Pertamina dalam mengurangi emisi karbon. (DOK.Pertamina)
Sustainable Aviation Fuel (SAF) menjadi solusi alternatif Pertamina dalam mengurangi emisi karbon. (DOK.Pertamina)

“Pada Bali Air Show, kami membantu pelanggan kami mengurangi emisi hingga 84% menggunakan SAF ini,” kata CEO PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Baca Juga: Tips Berburu Tiket Pesawat untuk Libur Nataru 2024/2025, Hemat dan Bebas Stres!

Riva menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas kapasitas produksi.

Dalam jangka panjang, Pertamina menargetkan pengumpulan UCO meningkat dari 0,3 juta ton pada 2023 menjadi 1,5 juta ton pada 2030, guna mendukung produksi SAF dan bahan bakar rendah karbon lainnya.

Strategi ini melibatkan kolaborasi dengan sektor pemerintah dan swasta untuk memperluas kapasitas pengumpulan dan infrastruktur penyimpanan UCO.

Baca Juga: Aquabike Jetski World Championship 2024: ASDP Catat Penumpang Ferry di Danau Toba Melonjak hingga 12,7 Persen

“Keberhasilan SAF tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada regulasi yang mendukung, insentif pemerintah, dan kerja sama antara sektor publik dan swasta.

"Dengan Pertamina One Solution, kami optimis dapat mendorong transisi energi yang berkelanjutan di sektor penerbangan,” tutup Riva.

Direktur Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi, menyampaikan saat ini juga sedang dikembangkan regulasi dalam rangka mendukung pengembangan SAF di Indonesia.

Baca Juga: Panduan Cara Daftar Face Recognition Melalui Aplikasi Access by KAI, Praktis dan Mudah

Regulasi diperlukan setidaknya untuk menjawab 2 (dua) tantangan besar, yakni terkait kuota dan tarif ekspor UCO serta pengembangan manajemen pengumpulan UCO untuk memastikan kualitas dan kualitas UCO yang nanti akan digunakan sebagai feedstock bahan bakar.

Emma Fenton, Senior Director Climate Diplomacy Opportunity Green United Kingdom menilai langkah Pertamina menggunakan UCO merupakan penerapan dari ekonomi sirkular.

Upaya Pertamina adalah contoh inspiratif dari komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam sektor penerbangan yang selama ini berkontribusi besar terhadap emisi karbon.

Baca Juga: KALOG Express, Layanan Pengiriman ke Seluruh Indonesia untuk Logistik Berskala Kecil Terbaru dari KAI Logistik

"Yang menonjol adalah pendekatan holistik Indonesia—memanfaatkan jaringan luas kemitraan masyarakat, SPBU, dan kilang untuk membangun sistem pengumpulan dan produksi UCO yang kuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini