Kebiasaan ratusan nelayan membawa beberapa botol air setiap kali melaut membuat volume sampah plastik semakin bertambah.
Baca Juga: Pohon untuk Anak Cucu, PHE ONWJ dan Warga Desa Cemara Kulon Bersatu Hijaukan Bumi
Selain itu, sampah domestik turut memperburuk kondisi.
Ketua KKPMP Tanjungpakis, Sopyan Iskandar, mengungkapkan bahwa sampah di wilayah ini berasal dari dua sumber utama.
"Pertama, sampah rumah tangga dan limbah industri kecil yang hanyut dari hulu sungai hingga muara.
Baca Juga: EVE Ejector, Inovasi PHE ONWJ untuk Kurangi Emisi dan Tingkatkan Kinerja Operasi
"Kedua, sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat," ujar Sopyan.
Ia menambahkan, sulitnya akses armada pengangkut sampah dari dinas membuat pengelolaan limbah di pesisir menjadi tantangan tersendiri.
"Memang masih ada masyarakat pesisir yang buang sampah sembarangan.
Baca Juga: PHE ONWJ Dorong Kesejahteraan Masyarakat dengan 49 Program CSR di Tahun 2024
"Karena memang wilayah pesisir sulit dijangkau armada sampah dari dinas.
"Aksesnya jauh, jumlah armadanya sedikit," katanya.
Menurut Sopyan, upaya membuka layanan angkut sampah sebenarnya memungkinkan, tetapi biaya operasionalnya sangat tinggi.
Baca Juga: Sinergi Konservasi: PHE ONWJ Dukung Pelestarian Penyu Sisik di Pulau Rambut
Karena itu, KKPMP menggagas program berbasis komunitas untuk mengatasi masalah ini.
Artikel Terkait
EVE Ejector, Inovasi PHE ONWJ untuk Kurangi Emisi dan Tingkatkan Kinerja Operasi
Pohon untuk Anak Cucu, PHE ONWJ dan Warga Desa Cemara Kulon Bersatu Hijaukan Bumi
Olah Limbah Jadi Berkah, Binaan PHE ONWJ Sukses Raih Omzet Rp1 Miliar
Sukses Terapkan HSSE, PHE ONWJ Raih Penghargaan Patra Adikriya Bhumi Utama
Sepanjang 2024, PHE ONWJ Sukses Bukukan 59 Juta Jam Kerja Selamat