Energi listrik yang dihasilkan dari fasilitas tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga. Listrik yang diproduksi kemudian disalurkan ke jaringan nasional yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dengan kapasitas tersebut, PLTSA Benowo menjadi salah satu contoh implementasi nyata pengolahan sampah menjadi energi.
Baca Juga: Loker BUMN Maret 2026, DAMRI Buka Peluang Strategis untuk Lulusan S1
Dalam sesi Eco-Deep Dive tersebut, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai proses pengolahan sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Manager Operasional PLTSA Benowo, M. Ali Asyar, menjelaskan bahwa sampah yang diolah di fasilitas tersebut tidak hanya menghasilkan listrik. “Karakteristik sampah rumah tangga kita justru sangat baik untuk diolah menjadi energi,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan program ini, Telkom ingin menegaskan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya menjadi tanggung jawab lingkungan semata.
Baca Juga: 6 Tips Menurunkan Berat Badan dengan Cepat Selama Puasa Ramadan
Lebih dari itu, isu tersebut juga dapat menjadi peluang untuk mendorong kreativitas, memberdayakan karyawan, serta melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masa depan yang lebih berkelanjutan. ***
Artikel Terkait
Telkom Solution Borong Enam Penghargaan PRIA 2026, Perkuat Reputasi di Segmen B2B
Respons Degradasi yang Terus Terjadi, Telkom Melakukan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang
Kolaborasi Lintas Sektor Telkom Solution, Percepat Transformasi Digital untuk Ekonomi Nasional
Telkom Perkuat Aksi Penurunan Stunting Lewat Integrasi 1.231 Anak ke Platform Digital Pemantauan Gizi
Telkom Siaga RAFI 2026: CEO Dian Siswarini Tinjau Infrastruktur hingga Salurkan Bantuan Rp2 Miliar