Belanja Suku Cadang Lokal SIG Melonjak, Dorong Kemandirian Industri Nasional

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 30 April 2026 | 08:00 WIB
SIG tingkatkan belanja suku cadang lokal hingga Rp809 miliar pada 2025, dorong industri nasional dan rantai pasok berbasis dalam negeri. (Dok. SIG)
SIG tingkatkan belanja suku cadang lokal hingga Rp809 miliar pada 2025, dorong industri nasional dan rantai pasok berbasis dalam negeri. (Dok. SIG)

Pendekatan ini sekaligus memperkuat rantai pasok berbasis sumber daya domestik di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Baca Juga: GT World Challenge Asia 2026: Aksi Pembalap Elite Siap Guncang Mandalika

Komitmen ini tercermin dari total belanja produk dalam negeri (PDN) SIG sepanjang 2025 yang mencapai Rp21,79 triliun.

Nilai tersebut setara dengan 93,47% dari total belanja barang dan jasa perusahaan yang mencapai Rp23,32 triliun. Capaian ini menjadi bukti kontribusi nyata SIG dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Selain itu, SIG juga terus meningkatkan daya saing produk lokal melalui inovasi. Salah satu langkahnya adalah pengembangan semen rendah karbon yang memanfaatkan bahan baku dalam negeri.

Baca Juga: Cara Menyeduh Kopi dengan Metode V60, Mudah Dilakukan di Rumah, Rasanya Tak Kalah dengan Seduhan Kafe

Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi.

Vita Mahreyni kembali menegaskan bahwa efisiensi dan keberlanjutan menjadi fondasi utama operasional perusahaan.

“Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Vita Mahreyni.

Baca Juga: Program CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Waifoi, Raja Ampat, Jadi Sumber Ekonomi Warga

Melalui berbagai strategi tersebut, SIG tidak hanya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, tetapi juga memperkuat daya tahan industri nasional.

Perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan pelaku industri domestik. Upaya ini dilakukan guna membangun rantai pasok yang lebih tangguh, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat global. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini