"Dengan mengintegrasikan upaya domestik dengan standar global dan berkolaborasi dengan mitra internasional, Indonesia memposisikan dirinya sebagai pemimpin potensial dalam produksi SAF dan diplomasi energi regional," kata Emma.
Emma juga menegaskan Indonesia menunjukkan potensi kolaborasi publik-swasta dalam mendorong dampak positif.
Baca Juga: PLN Indonesia Power: Keberhasilan Transformasi Menuju Penyedia Energi Andal dan Berkelanjutan
Ini adalah momen penting bagi komunitas global untuk mendukung inisiatif seperti ini, yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi sekaligus aksi nyata terhadap perubahan iklim.
"Saya berharap dapat melihat bagaimana kemitraan ini berkembang dan berkontribusi pada tujuan bersama kita untuk mencapai net-zero emissions di sektor penerbangan pada tahun 2050." tutup Emma.***