"Aplikasi ini tentu kami harapkan berjalan lebih baik dan memastikan semua layanan tercipta dengan lebih baik dan lebih efisien kedepannya," ujar Muttaqien.
Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pekerja menunjukkan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan perlindungan yang lebih menyeluruh.
Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan untuk Menjaga Power Bank Tetap Awet dan Bisa Digunakan Maksimal
Tidak hanya melalui layanan pascakecelakaan, tetapi juga lewat upaya promotif dan preventif guna mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.
Selain memperkuat integrasi data dan koordinasi pelayanan agar administrasi penjaminan menjadi lebih efisien, akurat, dan transparan, aplikasi ini juga diharapkan mempermudah proses layanan di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).
Peluncuran integrasi sistem tersebut turut dirangkaikan dengan edukasi serta kampanye safety riding sebagai upaya membangun budaya keselamatan berkendara dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Program itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, mengingat kecelakaan di jalan raya masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi pekerja Indonesia.
Awaluddin menegaskan bahwa peningkatan keselamatan transportasi pekerja membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, kepolisian, dunia usaha, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat.
Karena itu, selain memperkuat pelayanan pascakecelakaan, Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan juga berkomitmen memperluas edukasi keselamatan berkendara guna menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.
Baca Juga: BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan Selama Libur Idul Adha dan Long Weekend 2026
Ke depan, kedua lembaga tersebut berkomitmen terus mengembangkan inovasi layanan, memperkuat transformasi digital, dan meningkatkan koordinasi lintas institusi agar perlindungan bagi pekerja Indonesia semakin efektif dan mudah diakses. ***