Kabar BUMN - Orang sering bercanda, kalau menderita rematik artinya sudah tua. Kenyataannya yang masih umur 20-30 tahun pun sering rematik.
Rematik menyerang bagian tulang, otot dan sendi. Penderita sering mengalami bengkak, kaku, dan nyeri ketika digerakkan.
Umumnya persendian yang diserang dan mengalami peradangan diikuti kemerahan pada permukaan kulit.
Baca Juga: Kolagen, Komponen Penting yang Dibutuhkan Kulit dan Sendi
Ada pun ciri-ciri orang dengan rematik adalah sering kesemutan. Bahkan ketika baru duduk sebentar, kaki atau tangan sudah terasa kesemutan.
Dan bila kelamaan berada dalam satu posisi tertentu tubuh terasa kaku dan sakit bila akan digerakkan.
Selain itu, sendinya sering bengkak. Sepintas orang akan mengira ini sebagai keseleo atau salah urat.
Baca Juga: Tidak Melulu Faktor Usia, Tumbuhnya Uban Juga Dipengaruhi Gaya Hidup
Pada kondisi rematik parah, orang bisa mengalami dada yang nyeri. Gejalanya mirip dengan serangan sesak napas atau mengalami serangan jantung.
Kondisi ini sangat sulit dibedakan sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter.
Penyebab umum rematik adalah umur yang sudah tua. Semakin bertambah umur semakin pelumas sendi dan otot pun berkurang.
Baca Juga: 6 Rahasia Sehat dan Panjang Umur Masyarakat Jepang
Namun, dalam banyak kasus, rematik disebabkan pula oleh beberapa faktor lainnya. Bukan hanya masalah umur.
1. Asam Urat
Orang dengan asam urat sering mengalami rematik. Ini terjadi karena dalam tubuh adanya kristal yang menumpuk di sela-sela tulang dan sendi.
Artikel Terkait
Mengapa Atlet Sumo Gemuk dan Besar Tetapi Sehat dan Bugar?
Makanan dan Minuman Kemasan Paling Tidak Sehat yang Harus Dihindari!
Autoimun, Tatkala Antibodi yang Harusnya Melindungi Menyerang Balik Sel Sehat Dalam Tubuh
Oatmilk, Tren Baru Pengganti Susu Sapi yang Disuka Pecinta Gaya Hidup Sehat
Mudah Dilakukan, Ini 5 Kebiasaan pada Malam Hari yang Bagus untuk Kesehatan