Tradisi Christmas Carol
Jelang Natal, di sejumlah tempat publik akan sering terlihat orang menyanyikan lagu-lagu Natal, istilahnya Christmas Carol.
Tradisi menyanyikan lagu-lagu Natal dimulai jauh sebelum Natal itu dikenal.
Tradisi ini dimulai pada masa paganism (era penyembahan berhala) di Eropa.
Baca Juga: 5 Tempat di Seoul yang Menampilkan Christmas Light Tercemerlang di Masa Natal dan Tahun Baru
Saat itu, di musim dingin, untuk menghangatkan suasana, orang sering berkumpul membentuk lingkaran sambil bernyanyi.
Kadang juga sambil berdansa.
Pada waktu itu lagu yang dinyanyi lebih pada lagu-lagu rakyat saja.
Baca Juga: 4 Tempat di Indonesia Ini Jelang Natal Akan Tampak Lebih Indah dan Meriah Juga Sakral
Setelah abad 16, mulailah lagu Natal dinyanyikan di gereja dan tempat umum.
Kala itu, lagu Natal masih terbatas.
Baru awal abad 19, ketika lagu-lagu Natal semakin banyak, muncul tradisi bernyanyi bersama di tempat umum.
Lahirlah tradisi Christmas Carol.
Baca Juga: Berbagai Kuliner Lezat Khas Indonesia yang Ternyata Dapat Pengaruh dari Menu Belanda
s
Santa Claus
Selama bulan Desember di berbagai mall akan mudah menemukan Santa Claus.
Artikel Terkait
6 Hidangan Natal Khas Indonesia yang Dipengaruhi Menu Makanan dari Belanda
Beda Negara, Beda Pula Tradisinya, Ini 6 Tradisi Natal yang Unik di Berbagai Negara
Kampung Natal Saloka, Kampung Khusus di Saloka Theme Park untuk Menyambut Natal dan Tahun Baru 2024
Mengenal Berbagai Tradisi Unik Perayaan Natal di Indonesia, Ada Wayang Wahyu dari Jawa hingga Bakar Batu dari Papua
Kota-kota di Indonesia yang Selenggarakan Car Free Night di Malam Natal dan Tahun Baru
Penampilan Santa Claus Sebagai Bapak Natal di Tiap Negara Ternyata Berbeda-Beda. Kenapa, Ya?